Halo (name),

Mengonsumsi makanan nabati tidak hanya bermanfaat bagi kesehatanmu, tetapi juga bermanfaat bagi kesejahteraan planet kita. Sistem peternakan saat ini memiliki efek yang merusak pada lingkungan, terutama pada industri di bawah ini: 

Industri Peternakan Hewan

Industri peternakan hewan adalah ancaman serius untuk kehidupan di bumi, dengan menjadi kontributor terbesar gas rumah kaca berbentuk gas metana, yang 25 kali lebih berbahaya dibandingkan Karbon Dioksida (CO2). Jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan oleh industri ini sangat besar, bahkan melebihi emisi gabungan semua sektor transportasi.

Menurut FAO (Organisasi Pangan PBB), produksi daging, telur, dan produk susu juga bertanggung jawab terhadap berbagai masalah lingkungan serius, seperti, penurunan kualitas tanah, dan juga cadangan air.

Industri peternakan menggunakan 8% dari cadangan air bersih dunia, sumber daya alam yang semakin berharga–, dan menurut banyak peneliti–, akan menjadi pemicu peperangan di masa depan. Perhitungannya, dibutuhkan 20.000 liter air untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Ini 16 kali lebih banyak dari kebutuhan produksi 1 kg kacang hijau, yang hanya membutuhkan 1250 liter air. Industri peternakan komersial juga menjadi salah satu penyebab utama pencemaran air, berkontribusi terhadap eutrofikasi (pencemaran air yang disebabkan oleh kadar fosfat yang berlebihan dalam ekosistem air) dan juga penurunan kualitas sungai dan teluk.

Pemakaian antibiotik berlebih pada hewan ternak juga menjadi sorotan. Sebagian besar kandang penampungan hewan ternak tidak mencapaik standar higienis sehingga memicu pertumbuhan pesat berbagai jenis bakteri, seperti Salmonella dan E.Coli. Bakteri-bakteri ini menimbulkan peradangan dan infeksi serius di tubuh manusia. Dan karena pemberian jumlah besar antibiotik kepada hewan ternak, manusia yang mengonsumsi banyak protein hewani akhirnya juga mengalami “resistensi antibiotik” akibat antibiotik dalam tubuh hewan yang dapat tertransfer. 

Industri Perikanan

Overfishing–---atau kegiatan penangkapan ikan berlebihan dan tanpa memperhatikan keseimbangan dari ekologi laut serta illegal fishing, melumpuhkan laut kita dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Hampir 50% dari jumlah plastik yang ditemukan di lautan adalah jaring ikan. Lebih dari 100.000 paus, lumba-lumba, anjing laut, penyu, dan makhluk laut lainnya mati terjerat di jaring ikan yang kini mencemari laut kita.

10 Universitas di Halifax, Kanada memprediksi bahwa jika overfishing terus terjadi dengan kecepatan seperti sekarang, maka di tahun 2048 tidak akan ada ikan yang tersisa. Industri udang adalah yang paling parah, karena terjadi praktek bycatch dalam proses penangkapan. Bycatch adalah fenomena tertangkapnya makhluk laut yang tidak diinginkan oleh jaring-jaring nelayan. Menurut FAO, untuk setiap 1 kg udang yang tertangkap, ada 20 kg jenis makhluk lain yang tidak diinginkan namun ikut terjaring, termasuk penyu, hiu, lumba-lumba, dan terumbu karang.

Silahkan coba beberapa resep di bawah ini untuk mengeksplorasi berbagai citarasa baru.

No Bake Brownies

Mushroom Burger

Fish n Chips Vegan

Pesto Pasta

IKUTI KAMI:

  • Instagram

DIDUKUNG OLEH: