Hello (Nama),

Hari ini kita akan membicarakan satu tema yang emosional, tetapi penting. Sekarang ini, lebih dari 70 miliar hewan dibunuh oleh industri peternakan di seluruh dunia untuk kebutuhan manusia.. Bayangkan, 70 miliar! Industri raksasa ini telah menjadi sumber penderitaan yang luar biasa.

Dalam proses produksi daging sapi dan daging merah lainnya, banyak hal menyedihkan yang terjadi. Contohnya, praktik menandai hewan dengan besi panas yang suhunya bisa mencapai 250 derajat celcius diterima sebagai praktik yang “normal”. Perjalanan dari peternakan ke rumah jagal biasanya berjarak sangat jauh, tanpa atap, dan tanpa air. Dan hewan yang meninggal di tengah perjalanan dilihat sebagai suatu yang lazim.

Untuk memproduksi susu dan produk turunannya, bayi sapi dipisahkan dari ibunya beberapa menit setelah lahir.. Bayangkan jika ini anak manusia yang selama 9 bulan di dalam kandungan bersama ibunya, saat lahir sang ibu dan anak tidak pernah bertemu. Tak hanya itu, bayi sapi mengonsumsi pakan ternak, bukan susu dari sang ibu. Mengapa begitu? Karena susu sang ibu  harus dijual kepada manusia.

Di beberapa peternakan sapi perah, anak sapi jantan dilihat sebagai limbah industri karena secara genetik mereka tidak unggul untuk menjadi daging sapi yang bagus. Biasanya ada 2 opsi, antara mereka ditembak kepalanya dengan “bolt-gun” atau lebih parah lagi, tidak diberi makan sehingga mati perlahan karena kelaparan.

“Ayam potong” yang diternak untuk dagingnya sudah melalui proses rekayasa genetik yang membuat mereka dapat bertumbuh dalam waktu sangat cepat. Hanya dalam waktu 35 hari, mereka sudah siap untuk dipotong. Kecepatan pertumbuhan yang sangat abnormal ini memiliki beberapa konsekuensi. Kaki mereka tidak dapat menyokong berat badannya sehingga seringkali kaki nya patah. Jika demikian, mereka tidak dapat bergerak dan akhirnya tidak dapat berjalan mendekati makanan, hingga akhirnya mati kelaparan. Banyak juga dari ayam tersebut yang meninggal karena gagal jantung, karena jantung mereka tidak mampu menyokong struktur badan nya. 

Di produksi telur dan daging babi, mereka biasanya dikurung dalam kerangkeng yang sangat sempit, yang mereka tinggali seumur hidupnya tanpa bisa bergerak. Bayangkan... Mereka tidur, makan, dan buang air tanpa bisa bergerak! Babi yang diternakkan biasanya akan dikebiri, dipotong ekornya atau dikikis giginya... Tanpa obat bius! Mengapa ini dilakukan? Karena dalam situasi tempat tinggal yang sangat tidak alamiah seperti ini, membuat mereka sangat stres dan memunculkan sifat kanibalistik.

Semua hewan–, tidak terkecuali–, termasuk ayam yang memproduksi telur atau sapi yang memproduksi susu, pada akhirnya akan dipotong di sistem pabrikasi ini. Di rumah jagal, mereka masih akan mengalami penderitaan dan tentu saja, dibunuh untuk bahan makanan.

Sebagai penutup, menyingkirkan hewan dari piring makanmu adalah salah satu cara yang paling bagus dan paling efektif yang dapat kita lakukan sebagai manusia. Silahkan cek panduan kami mengenai substitusi daging, telur, dan susu.

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai topik ini, saya ingin mengajak kamu untuk menonton 2 film di Youtube berjudul ‘Earthlings’ dan ‘Dominion’.

 

Klik  di sini untuk menonton Earthlings.

 

Klik  di sini untuk menonton Dominion.

 

Dan seperti biasa, klik link di bawah untuk melihat resep-resep tanpa produk hewani.

 

Susu Kacang Mete

Rendang Seitan

Telur Orak Arik Vegan

Sampai besok!

IKUTI KAMI:

  • Instagram

DIDUKUNG OLEH: