Halo (name),

Hari ini kita bukan hanya akan membicarakan nutrisi, tetapi juga isu yang mendesak bagi planet kita, yaitu kelestarian laut.

Overfishing atau penangkapan ikan berlebihan, sangat mengancam ketahanan pangan untuk ratusan juta orang dan merusak ekosistem bawah laut di seluruh dunia. Ini sedang terjadi sekarang, pada detik ini. Kita sudah mengeliminasi lebih dari 70% ikan besar di laut, dan 1 dari 3 spesies ikan yang ada di laut sudah dalam ambang krisis, jika dibandingkan pada tahun 1950.

Bayangkan, hanya untuk menangkap 1 kg udang, kita akan menangkap 20 kg spesies lain yang tidak ditargetkan, termasuk terumbu karang, lumba-lumba dan penyu!

“Pulau Sampah Plastik” di Samudera Pasifik Selatan, yang sekarang besarnya hampir seluas wilayah Indonesia, terus membesar dengan sangat cepat. Menurut studi yang diterbitkan di Nature (perpustakaan digital dengan koleksi jurnal ilmiah terbaik di dunia), 99.9% dari sampah yang ditemukan adalah plastik. Dan sekitar 46% nya adalah jaring ikan.

Saat ditanya mengapa manusia begitu tergila-gila dengan ikan, kebanyakan jawabannya adalah Omega 3. Memang betul Omega 3 ditemukan di dalam ikan terutama ikan perairan dingin seperti Salmon dan Sarden, tetapi mereka sebetulnya tidak memproduksi sendiri asam lemak tersebut, melainkan mendapatkannya dari algae atau rumput laut. Dan bahkan karena sampah plastik yang sudah mengurai dalam jumlah masif di lautan, hampir semua ikan di dunia sudah tercemar oleh mikroplastik.

Peneliti dari berbagai universitas dan lembaga riset sudah membuktikan bahwa pola makan tanpa ikan atau makanan laut lainnya, juga tetap dapat mencukupi kebutuhan semua nutrisi, termasuk Omega 3. Karena berbagai nutrisi tersebut dapat ditemukan di bahan-bahan berbasis nabati.

Dan seperti biasa, saya bagikan di bawah ini beberapa resep yang kaya akan Omega 3 dan 100% vegan:

Kue Mangga Mentah

Kale Pineapple Smoothie Bowl

Burger Kacang Merah

IKUTI KAMI:

  • Instagram

DIDUKUNG OLEH: